Menurut salah seorang inisiator Forum, Habib Fathan Ibrahim dari Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Refleksi Kebangsaan ini digelar sebagai wujud keprihatian akan cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, berdaulat, dan sejahtera belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Forum Organisasi Kepemudaan Islam yang menghimpun 5 (lima) organisasi kepemudaan berideologi Islam: Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Hidayatullah, dan Barisan Muda Al-Ittihadiyah, menilai bahwa perjalanan bangsa yang telah berusia jelang seabad ini berkutat pada persoalan dasar bangsa.
Lanjut Habib Fathan, "Bangsa ini masih disibukkan dengan lemahnya penegakan hukum, ketimpangan pendidikan dan ekonomi yang kian melebar, konflik agraria yang makin kerap mengemuka, eksploitasi sumber daya alam yang mengancam ekosistem, dekadensi moral generasi muda, serta belum terwujudnya kedaulatan pangan."
Menghadapi semua persoalan tersebut, Forum Organisasi Kepemudaan Islam merasa perlu menegaskan sikap bersama agar Asta Cita yang arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, tak boleh berhenti sebagai sekadar janji dan slogan politik.
"Kami yang terhimpun di Forum Komunikasi Kepemudaan Islam menyerukan agar seluruh jajaran Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, DPR, dan seluruh lembaga negara untuk mempercepat serta memastikan realisasi Asta Cita secara konkret, transparan, terukur, dan berpihak kepada kepentingan rakyat!" Tegas Habib Fathan.
Berikut Pernyataan Sikap Forum Organisasi Kepemudaan Islam secara lengkap:
PERNYATAAN SIKAP
FORUM ORGANISASI PEMUDAAN ISLAM
Indonesia telah berusia 81 tahun sejak Proklamasi Kemerdekaan dikumandangkan pada 17 Agustus 1945. Namun, cita-cita kemerdekaan untuk mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, berdaulat, dan sejahtera belum sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.
Dalam perjalanan menuju satu abad kemerdekaan, bangsa Indonesia masih menghadapi lemahnya penegakan hukum, ketimpangan pendidikan dan ekonomi, konflik agraria, eksploitasi sumber daya alam, ancaman degradasi moral terhadap generasi muda, serta belum terwujudnya kedaulatan pangan.
Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menetapkan Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045. Asta Cita memuat komitmen memperkuat Pancasila dan demokrasi, menegakkan hukum, memberantas korupsi dan judi, meningkatkan kualitas pendidikan, membangun ekonomi dari bawah, mengelola sumber daya alam, menjaga kelestarian lingkungan, serta mewujudkan swasembada pangan.
Namun, Asta Cita tidak boleh berhenti sebagai janji, slogan politik, atau dokumen perencanaan pembangunan. Seluruh program tersebut harus segera diwujudkan melalui kebijakan, anggaran, tindakan, serta hasil nyata yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.
Oleh karena itu, kami yang tergabung dalam Forum Organisasi pemudaan Islam Nasional, yang terdiri atas: Pemuda Muslimin Indonesia, Pemuda Al-Irsyad, Generasi Muda Mathla’ul Anwar, Pemuda Hidayatullah, dan Barisan Muda Al-Ittihadiyah menyatakan dukungan terhadap arah pembangunan nasional yang terkandung dalam Asta Cita sekaligus mendesak Presiden, pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPR, dan seluruh lembaga negara untuk mempercepat serta memastikan realisasi Asta Cita secara konkret, transparan, terukur, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, keagamaan, dan kebangsaan pemuda Islam, kami menyampaikan Delapan Pernyataan Sikap Kebangsaan:
1. Mendesak aparat penegak hukum (APH), baik TNI, Kepolisian, Kejaksaan, Kehakiman, KPK, dan APH lainnya untuk bertindak professional dalam menegakan hukum, sehingga memberikan rasa aman dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
2. Mendukung kebebasan berekspresi, menyampaikan pendapat di muka umum yang sudah dijamin oleh konstitusi, namun wajib disampaikan dengan baik dengan tetap menjaga kondusifitas.
3. Mendesak kepada Pemerintah Pusat dan DPR RI untuk segera mengesahkan Undang undang pelarangan dan pencegahan LGBTQ.
4. Mendesak aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan hukum yang tegas terhadap kejahatan Judi Online (Judol) dan penertiban Pinjaman Online (Pinjol) ilegal.
5. Mendukung Reformasi Agraria yang memberikan jaminan hak atas tanah bagi seluruh masyarakat dan keadilan untuk petani.
6. Mendorong kepada para pihak untuk mewujudkan pelaksanaan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang transparan dan berkelanjutan.
7. Mendesak Pemerintah agar secepatnya melakukan Reformasi Pendidikan Nasional.
8. Wujudkan Kedaulatan Pangan Nasional yang bersih dari Mafia Pangan.
ASTA CITA HARUS DIREALISASIKAN, BUKAN SEKADAR DIJANJIKAN.
PEMUDA BERSATU, RAKYAT BERDAULAT, INDONESIA BERMARTABAT.
Jakarta, 26 Agustus 2026.
1. Habib Fathan Ibrahim (Ketua Harian PB Pemuda Muslimin Indonesia)
2. Sami Muhamad (Ketum PB Pemuda Al Irsyad )
3. Ahmad Nawawi (Ketum DPP Generasi Muda Mathla'ul Anwar)
4. Haniffudin Chaniago (Ketum PP Pemuda Hidayatullah)
5. Berry Kurniawan (DPP Barisan Muda Al-Ittihadiyah)






Posting Komentar