Ruang Narasi
SINDIKASI TJOKRO CORNER
Tjokroisme: Monoteisme Dialektika Historis
Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator - H.O.S. Tjokroaminoto

Formula Anti MBG


TJOKROCORNER, ESAI -
Malas dan bosan, itulah dua perilaku yang menyebabkan kegagalan. Kalau dibuat rumusnya dapat ditulis: Malas + Bosan = Gagal. Singkatannya MBG. Kata ustaz Muthalib, owner CV. Anato dari Pinrang, "Malas membuat kita tidak memulai berbuat baik. Bosan membuat kita berhenti berbuat baik sebelum waktunya".

Mengapa tidak olahraga? Mengapa tidak diet? Mengapa tidak salat berjamaah? Mengapa tidak belajar? Jawabannya karena malas. Malas sudah berhasil dilawan, mulailah olahraga, diet, salat berjamaah, belajar dan aktivitas positif lainnya. Tapi cepat berhenti sehingga hasilnya tidak optimal. Jawabannya karena bosan. Akhirnya berhenti.

Bagaimana cara mengatasi malas dan bosan? Saya menawarkan tiga solusi yaitu motivasi, belajar dan teladan. Bisa disingkat MBT. Motivasi membuat kita ada kemauan dan semangat. Ada mau ada jalan, tidak mau banyak alasan. Belajar membuat kita tidak bosan karena melakukan sesuatu secara sadar bukan ikut-ikutan. Teladan membuat kita terjaga motivasi karena mendapat inspirasi dari orang lain.

Mari kita dalami lebih jauh tentang motivasi. Idealnya motivasi yang kuat itu muncul dari dalam. Disebut motivasi internal. Merujuk kepada Irfan Amalee, saya membagi empat jenis motivasi internal yaitu pragmatis, emosi, rasio, dan spiritual.

Motivasi pragmatis ada dua hal yaitu manfaat dan butuh (MB). Kita makan saat lapar tanpa diperintah karena kita tahu makanan itu bermanfaat dan dibutuhkan oleh tubuh. Untuk itu sebelum melakukan sesuatu cari apa manfaat dari aktivitas tersebut. Harapannya menjadi kebutuhan bukan kewajiban.

Motivasi emosi ada tiga hal yang dapat disingkat dalam kata MBS yaitu minat, bakat, dan suka. Lihatlah orang-orang yang punya hobi unik misalnya pendaki gunung. Rela berjalan jauh, lelah, letih, panas, dingin mendaki gunung selama berhari-hari. Setelah selesai satu gunung, lanjut ke gunung yang lain. Itu karena adanya minat yang kuat. Jika disertai bakat akan menjadi suka dan melakukan dengan senang dan bahagia.

Motivasi rasio ada dua hal yaitu penasaran dan tantangan (PT). Lihatlah para peneliti, ilmuwan dan penulis. Mereka rela berhari-hari meneliti dan mencari solusi atas suatu masalah. Penulis juga demikian. Itu karena penasaran dan tertantang. Apalagi jika apa yang diteliti dan ditulis merupakan hal baru.

Motivasi spiritual ada tiga yang dapat disingkat dalam MBP yaitu meaning (makna), beliefs (keyakinan), dan purpose (tujuan). Lihatlah para pejuang di Gaza Palestina. Mengapa mereka berani melawan Israel dengan senjata seadanya? Karena ada makna, keyakinan dan tujuan hidup yang mulia. Mereka berani mati karena yakin itu syahid. Jika ada anggota keluarga yang syahid, mereka tidak bersedih. Malah bersyukur.

Itulah empat jenis motivasi yang perlu dibangun dalam diri kita. Apapun tugas dan profesi yang dilakoni, temukan ada manfaat dan butuh (MB). Miliki minat, bakat dan suka (MBS). Munculkan penasaran dan tantangan (PT). Jangan lupa temukan  meaning, beliefs, purpose (MBP) agar hidup lebih bermakna karena adanya keyakinan dan tujuan mulia.

Harapannya akan terhindar dari malas, bosan dan gagal (MBG). Menjadi rajin, senang dan sukses (RSS). Selamat berjuang.

Bandung, 1 Juni 2026

Syamril, S.T., M.Pd., Rektor Kalla Institute.

Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Syarikat Islam Indonesia | Pemuda Muslimin Indonesia | KasmanPost
Copyright © 2025 - TJOKRO CORNER - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Published by Cargam Template
Proudly powered by Blogger