TJOKROCORNER, REPORTASE - Jelang ramadan 1447 H, Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sumatera Utara melakukan komunikasi intensif dengan geng motor di Sumatera Utara. Komunikasi tersebut sebagai upaya pembinaan terhadap pemuda yang tergabung dalam geng motor.
"Alhamdulillah, pertemuan awal kami lakukan dengan beberapa pentolan geng motor di Sumut pada penghujung Januari, tepatnya tanggal 29 Januari 2026 di salah satu warung kopi di Kota Medan." Terang Syekh Sani Ritonga, Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sumatera Utara.
Syekh Sani juga menjelaskan bahwa pada pertemuan yang dinamai Temu Kasih Sayang tersebut, dimanfaatkan untuk membahas masalah keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumut terutama masalah keterlibatan anggota geng motor dalam berbagai kasus kenakalan remaja dan kriminalitas.
"Kita bersyukur saudara-saudara kita di geng motor menyadari bahwa langkah yang mereka ambil selama ini, telah mengakibatkan kerugian bagi publik, dan itu hal keliru. Mereka siap berubah, dan bersedia untuk memperbaiki diri." Lanjut Syekh Sani.
Tak kurang dari 3.000an anggota geng motor di Sumut yang tergabung dalam Komunitas Peduli Negeri di bawah koordinasi Sutoyo S.H., M.Kn. menyatakan siap bergabung dan dibina oleh Pemuda Muslimin Indonesia. Ramadan 1447 H akan menjadi momentun pertaubatan dan hijrah mereka.
Sutoyo mengakui bahwa selama ini, perbuatan kriminal yang meresahkan masyarakat akibat ulah geng motor, adalah ekses dari keterlibatan mereka dengan judi online dan penyalahgunaan narkotika. Karena butuh uang, mereka bertindak kriminal. Maka pembinaan ke depan akan mengalihkan mereka dari judi online dan narkoba ke aktivitas positif."Geng motor bukanlah obyek pembasmian, mereka harus dipandang sebagai aset bangsa. Merekalah yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, sehingga sepatutnya mereka mendapatkan pembinaan dan dukungan untuk melakukan aktivitas-aktivitas positif. Dan itu yang disiapkan oleh saudara kita di Pemuda Muslimin Indonesia." Tegas Sutoyo.
Pasca pertemuan akhir Januari 2026, pada Jumat 12 Februari 2026, geng motor di Sumut yang tergabung dalam Komunitas Peduli Negeri, berkolaborasi dengan PW Pemuda Muslimin Indonesia Sumut, dan DPW Persatuan Islam Sumatera-Nasional (PIS-N) Sumut, memberi santunan kepada 50 anak yatim di Kota Medan.
Syekh Sani menjelaskan bahwa di bulan ramadan 1447 H ini, dengan menggandeng anggota geng motor di Sumut yang tergabung dalam Komunitas Peduli Negeri, Pemuda Muslimin Indonesia Sumut akan menggelar buka puasa bersama penyintas bencana di Aceh Tamiang.
"Puncaknya, akan ada taubat massal sekira 3.000an anggota geng motor di Sumut yang tergabung dalam Komunitas Peduli Negeri. Pertobatan ini sebagai langkah awal hijrah mereka untuk bergabung ke Pemuda Muslimin Indonesia." Ujar Syekh Sani optimis.
Dalam rangka mengoptimalkan pembinaan terhadap anggota geng motor di Sumut yang tergabung dalam Komunitas Peduli Negeri, Pemuda Muslimin Indonesia sudah melakukan komunikasi dan akan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian Republik Indonesia.







Posting Komentar